Kecantikan & Gaya

Cara Toning Rambut: Kapan dan Bagaimana Melakukannya

Disusun dan diverifikasi dari sumber yang dikutip, ditinjau oleh tim editorial kami. · Terakhir diperbarui:

Kesalahpahaman paling umum soal toner adalah menganggapnya “cat rambut yang lembut”. Toner bukan cat dan ia tidak mencerahkan rambut. Yang dilakukannya, dalam satu kalimat: mengambil base yang dibuka oleh bleaching, menetralkan kuning atau oranye yang tidak diinginkan, meletakkan nuansa tipis di atasnya, lalu menutup kutikula agar berkilau.

Karena itu kapan kamu toning sama menentukannya dengan bagaimana. Dipasang di hari yang salah, toner tidak menempel atau jadi belang; dipasang di waktu yang tepat, produk yang sama bertahan jauh lebih lama.

Panduan ini membahas dulu apa yang toner lakukan dan tidak lakukan, lalu kapan melakukannya (berapa hari setelah pewarnaan, seberapa sering, dan kapan sebaiknya tidak sama sekali), lalu cara melakukannya langkah demi langkah lengkap dengan takaran. Toner abu, gloss bening, tabel pemilihan nuansa, ketahanan, dan perawatan juga ada di dalamnya.

✨ Ringkasnya
Yang dilakukan tonerMemberi nuansa dan kilau — TIDAK mencerahkan
Setelah bleachingHari yang sama atau 24-48 jam · di rumah 7-10 hari
Seberapa seringTiap 4-6 minggu
Developer10 vol (3 %) — memberi nuansa tanpa mengangkat
Takaran1 bagian toner + 2 bagian developer
Waktu tunggu10-20 menit · cek tiap 5 menit
RambutDikeringkan handuk, LEMBAP (bukan basah kuyup)

Apa itu toner dan apa fungsinya

Toner (dijual juga sebagai gloss) meletakkan lapisan tipis warna dan kilau di atas rambut. Ada dua jenis:

JenisIsinyaFungsinyaBertahan
Toner berwarnaPigmen + biasanya developer 10 volMenetralkan kuning/oranye, memberi nuansa4-6 minggu
Gloss beningTanpa pigmenHanya kilau dan penutup kutikula3-4 minggu

Yang bisa dilakukan toner: mengubah kuning menyala jadi abu, meredam oranye, melembutkan kontras antara highlight dan base, menyegarkan warna yang pudar, memberi kilau seperti kaca.

Yang tidak bisa: mencerahkan, menutup uban sepenuhnya, membuat rambut gelap terlihat terang, atau bertahan selamanya.

🎯

Dua hal yang tertukar: bleaching mengangkat pigmen (itu mencerahkan), toner meletakkan pigmen di base yang sudah dicerahkan (itu toning). Kalau reaksimu "highlight-ku jadi kuning", solusinya bukan mem-bleaching lagi, melainkan toning. Ini langkah yang paling sering dilewatkan saat highlight rambut sendiri di rumah.

Bleaching, cat, dan toner: siapa melakukan apa

PerlakuanFungsinyaMencerahkan?Ketahanan
Bleaching (highlight/balayage)Mengangkat pigmen dari rambutYaPermanen (sampai tumbuh)
Cat permanenMeletakkan pigmen, menutup ubanSebagian (dengan volume tinggi)Permanen
Toner / glossMemberi nuansa pada base dan kilauTidak4-6 minggu

Toner bekerja di base yang mana? Tabel level

Toner hanya meletakkan nuansa; nuansa mana yang mungkin, base-lah yang menentukan. Memasang toner silver di rambut yang belum cukup terang tidak akan menghasilkan silver.

Base (level pencerahan)Warna yang terlihatToner yang berhasilYang tidak berhasil
6-7Oranye / oranye keemasanTembaga, karamel, maduSilver, platinum, icy
8Kuning keemasanBeige, pasir, blonde hangatSilver, platinum
9KuningAsh blonde, pearlSilver murni
10Kuning pucatSilver, abu, platinum, icy

Alih-alih memaksakan level yang tidak kamu punya, pilih nuansa yang cocok dengan base-mu. Kalau tidak, toner-nya bukan tidak terlihat, ya jadi keruh.

🎯

Trik profesional yang mencegah hijau: memasang nuansa ash (berbasis biru) di atas base kuning murni bisa condong ke hijau — kuning + biru = hijau. Penata warna mencegahnya dengan menambahkan 20-30 % ungu ke campuran; ungu menjadi jembatan antara biru dan kuning dan menjaga hasilnya tetap netral. Mintalah itu di salon, atau di rumah tambahkan sedikit toner ungu ke toner ash-mu.

Kapan toning rambut dilakukan?

Berapa hari setelah bleaching atau pewarnaan?

Ada dua praktik, dan keduanya benar tergantung situasimu:

  • Hari yang sama (praktik salon). Toner dipasang tepat setelah bleaching dibilas dan rambut dikeringkan handuk. Kutikula masih terbuka, pigmen menempel sangat baik, dan warnanya keluar paling hidup. Di salon, highlight dan toning biasanya selesai dalam satu sesi seperti ini.
  • Setelah 24-48 jam. pH rambut stabil, kutikula sebagian menutup, dan toner menempel lebih terkendali. Kalau kamu melakukannya di rumah, ini jendela yang lebih aman.
  • Setelah 7-10 hari (paling ideal di rumah). Rambut pulih dari bleaching dan menyeimbangkan kembali kelembapannya, sehingga hasilnya lebih rata.

Aturan keputusan: kalau setelah bleaching rambut masih kuat dan jelas kekuningan, toning di hari yang sama atau dalam 24-48 jam. Kalau terasa kering, kasar, dan lelah, tunggu 7-10 hari sambil melakukan dua kali masker.

Seberapa sering?

Tiap 4-6 minggu. Toner memang memudar dalam rentang itu, jadi jarak penyegarannya jatuh di situ dengan sendirinya. Melakukannya lebih sering tidak membuat warna bertahan lebih lama; ia hanya menumpuk pigmen, dan rambut lama-lama jadi kusam dan lebih gelap.

Sebelum atau sesudah keramas?

Pada rambut bersih tapi tidak baru dicuci. Idealnya keramas sehari sebelumnya: rambut bersih tapi masih ada sedikit minyak alami di kulit kepala. Keramas tepat sebelumnya membuat kulit kepala tanpa perlindungan dan rambut menahan terlalu banyak air, yang mengencerkan produk.

Kalau ada produk styling (mousse, hairspray, leave-in berat), cuci dulu; residu menghalangi toner menempel merata.

Sebelum atau sesudah potong rambut?

Sesudah dipotong. Memotong lebih dulu menghindari produk terbuang, dan ujung yang baru dipotong menyerap warna lebih merata.

Kapan sebaiknya tidak toning

⚠️

Tunda kalau: dalam dua minggu terakhir kamu melakukan smoothing, rebonding, keratin, atau pengeritingan (beri jarak minimal dua minggu antar proses kimia); helai basah melar dan tidak kembali (kehilangan elastisitas); ada inai atau pewarna herbal yang tidak diketahui komposisinya (garam logam bereaksi tak terduga dengan peroksida); kulit kepala tergores, luka, atau iritasi; kamu pernah bereaksi alergi terhadap produk pewarna.

Yang kamu butuhkan

  • Toner
  • Developer 10 vol (3 %) — untuk toner berwarna
  • Mangkuk plastik atau kacajangan logam, developer bereaksi dengan logam
  • Spatula plastik atau kayu
  • Kuas pewarna
  • Sisir ekor dan jepit rambut
  • Sarung tangan
  • Vaselin untuk garis rambut, telinga, dan tengkuk
  • Handuk lama
  • Timer
  • Sampo tanpa sulfat dan masker

Sebelum mengoles: porositas dan mineral

Dua langkah persiapan menentukan apakah hasilnya rata, dan keduanya tidak muncul di kebanyakan tutorial.

1. Ukur porositas rambutmu. Masukkan beberapa helai dari sisir ke gelas berisi air dan tunggu 5 menit.

  • Mengapung (porositas rendah): kutikula rapat, pigmen masuk pelan. Pakai batas atas waktunya (20 menit).
  • Melayang di tengah (normal): waktu standar.
  • Tenggelam (porositas tinggi): pigmen masuk sangat cepat. Potong waktunya jadi setengah (10 menit) dan cek tiap 3 menit. Pada rambut ini toner silver sangat mudah berubah lilac.

Pada rambut berpori ada satu langkah tambahan: mengoleskan kondisioner ringan lebih dulu (semacam “pengisi”) mencegah pigmen menumpuk di ujung.

2. Kalau airmu sadah atau kamu sering berenang, pakai shampoo chelating dulu. Kalsium, tembaga, dan besi membentuk lapisan pada batang rambut dan menghalangi toner menempel merata. Pembersihan chelating sebelum proses kimia apa pun adalah persiapan standar di salon. Sebulan sekali sudah cukup.

Takaran dan developer: dua angka penentu

Takaran: 1 bagian toner + 2 bagian developer. Teksturnya harus encer — toner tugasnya melapisi, bukan mengecat. Campuran kental tidak merata dan biasanya keluar lebih gelap dari perkiraan.

Kekuatan developer:

DeveloperFungsinyaKapan
10 vol (3 %)Tidak mengangkat, hanya memberi nuansaStandar — pakai ini di rumah
20 vol (6 %)Mengangkat sampai 1 levelMembaurkan uban, tangan berpengalaman
30 vol ke atasMengangkatJangan pernah untuk toning

Kalau toning di rumah, tidak ada alasan melewati 10 vol. Mengangkat warna bukan tujuannya.

Toner mana untuk masalah apa? Lingkaran warna

Pemilihannya bukan tebak-tebakan: warna yang berseberangan saling meniadakan.

Yang kamu lihatToner yang dibutuhkanHasilnya
Kuning menyalaUngu (ash, pearl)Blonde dingin, ash
Keemasan, agak hangatBeige / pasirBlonde alami dan lembut
OranyeBerbasis biruCokelat netral dan dingin
Tembaga kemerahanMatte / berbasis hijauCokelat ternetralkan
Warna sudah pas, tapi kusamGloss beningHanya kilau

Kesalahan paling umum adalah ungu pada rambut oranye. Ungu meniadakan kuning dan tidak berbuat apa-apa pada oranye; hasilnya abu-abu kotor. Kalau yang terlihat oranye, jawabannya biru.

Pilih toner 1-2 level lebih gelap dari rambutmu, bukan lebih terang. Karena toner tidak mengangkat, nuansa yang lebih terang tidak akan terlihat sama sekali.

Cara toning rambut langkah demi langkah

  1. Tes alergi, 48 jam sebelumnya. Oleskan sebesar butir kacang polong di belakang telinga dan biarkan 48 jam tanpa dicuci. Kemerahan, gatal, atau bengkak: jangan dipakai.
  2. Tes helai. Ambil helai tersembunyi di tengkuk, oleskan campuran, tunggu selama waktu yang direncanakan, lalu bilas. Ini yang menunjukkan waktu dan nuansa sebenarnya.
  3. Siapkan rambut. Rambut yang dicuci kemarin dibasahi lalu dikeringkan handuk sampai benar-benar tidak menetes. Toner dipasang pada rambut lembap — basah kuyup mengencerkan produk, kering total menyerapnya tidak merata.
  4. Lindungi kulit. Vaselin di garis rambut, telinga, dan tengkuk.
  5. Bagi jadi empat bagian dan jepit.
  6. Campur. 1 bagian toner + 2 bagian developer 10 vol di mangkuk plastik sampai tidak menggumpal. Pakai dalam 20 menit.
  7. Mulai dari tengkuk. Itu area paling dingin dan paling lambat. Kerjakan dalam irisan tipis, dengan kuas dari akar ke ujung — toner bukan cat, tidak perlu menghindari akar.
  8. Sisir untuk meratakan. Setelah dioles, tarik sisir bergigi jarang ke arah ujung; langkah inilah yang mencegah belang.
  9. Tunggu dan cek. 10-20 menit. Tiap 5 menit, lap satu helai dan lihat. Toner berkembang di depan matamu; kalau nuansanya sudah tercapai, langsung bilas.
  10. Bilas. Dengan air suam-suam kuku sampai airnya jernih. Tanpa sampo — hanya kondisioner atau masker.
  11. Bilasan terakhir dengan air dingin. Menutup kutikula dan menaikkan kilau secara nyata.
⏱️

Kenapa 10-20 menit, bukan 30-40? Waktu yang lebih panjang yang beredar mengacu pada toner rumahan dari cat yang diencerkan air, yang pigmennya memang sudah sangat tipis. Toner jadi yang dicampur developer 10 vol jauh lebih pekat, dan melewati 20 menit membuat nuansanya lebih gelap dan condong ke ungu atau abu. Sesuaikan waktu dengan produkmu, dan kalau ragu ambil yang pendek: mengulang selalu bisa, mengeluarkan nuansa jauh lebih sulit.

Toner silver, abu, dan platinum

Nuansa silver dan ash dibangun dari pigmen ungu dan biru dan mensyaratkan base yang cukup terang.

  • Base yang dibutuhkan: rambut harus dicerahkan minimal ke level 9-10 (kuning pucat). Pada base oranye atau keemasan, toner silver tidak menghasilkan silver melainkan beige kotor atau semburat kehijauan.
  • Waktu singkat. Pigmen ungu cepat menempel pada rambut berpori; cek di menit ke-10. Kelamaan, hasilnya jadi lilac.
  • Perhatikan ujung. Ujung lebih berpori, menarik lebih banyak pigmen, dan keluar lebih gelap. Mulai dari akar dan tutup ujung paling akhir akan menyeimbangkan.
  • Perawatan dengan shampoo ungu, tapi seminggu 1-2 kali, bukan tiap keramas.

Toning rambut beruban

Helai putih tidak punya pigmen — itu sekaligus keunggulan dan batas.

  • Keunggulannya: ia sudah di level 10, jadi nuansa silver, pearl, dan abu menempel paling baik di sana.
  • Batasnya: toner tidak menutup uban, ia mewarnainya. Untuk menutup permanen dibutuhkan cat permanen.
  • Masalah menguning: rambut putih menguning seiring waktu (matahari, residu produk, asap). Toner berbasis ungu membersihkan itu dan membuat rambut terlihat jauh lebih bersih.
  • Perlawanan: helai putih punya kutikula rapat dan tahan, sehingga bisa menyerap pigmen lebih sedikit dari perkiraan. Pakai batas atas waktunya dan ulangi dua minggu kemudian bila perlu.
  • Hati-hati: pada persentase uban yang tinggi, toner ungu yang kelamaan keluar lilac. Cek di menit ke-10.

Gloss bening: kilau tanpa mengubah warna

Kalau warnamu sudah pas dan masalahnya hanya kusam, gloss tanpa pigmen persis untuk itu. Ia menutup kutikula agar cahaya memantul merata dan rambut terlihat lebih sehat.

  • Tidak mengubah warna, hanya memperdalam dan menghidupkannya.
  • Bisa dipakai juga pada rambut alami tanpa pewarnaan.
  • Bertahan 3-4 minggu.
  • Cara pakainya sama dengan toner berwarna: rambut lembap, 10-20 menit.

Alternatif alami: ekspektasi yang jujur

Untuk yang tidak mau bahan kimia, ini yang benar-benar membantu dan di mana batasnya:

  • Bilasan cuka apel. 1 bagian cuka + 4 bagian air. Setelah keramas, siramkan, diamkan 2-3 menit, bilas. Menutup kutikula dan memberi kilau yang nyata. Tidak memberi nuansa.
  • Bilasan teh kamomil. Memberi kilau keemasan pada rambut yang sudah pirang; pada rambut gelap tidak terlihat.
  • Masker madu. 1 sendok makan madu dalam 4 cangkir air hangat; siramkan setelah keramas dan jangan dibilas. Kelembutan dan kilau ringan.
  • Scrub gula merah dan kondisioner. 1 sendok makan gula merah untuk 3 sendok kondisioner, dipijatkan memutar ke kulit kepala lalu dibilas. Mengangkat residu dan ketombe serta meninggalkan efek berkilau.

Tak satu pun mengubah kuning jadi abu. Metode alami bekerja di sisi kilau, bukan di sisi nuansa.

Berapa lama toner bertahan?

JenisDurasiDipengaruhi oleh
Toner berwarna (dengan developer)4-6 mingguFrekuensi keramas, suhu air
Toner rumahan dari cat encer2-4 mingguKepekatan campuran
Gloss bening3-4 mingguPanas dan matahari
Toner abu/silver2-4 mingguUngu adalah yang pertama hilang

Tiga hal paling memperpendeknya: keramas dengan air panas, sampo bersulfat, dan matahari. Air kolam renang juga sangat cepat mengangkat warna dari rambut yang dicerahkan.

Perawatan setelah toning

  • Jangan keramas 48-72 jam. Pigmen butuh waktu mengendap.
  • Pakai sampo tanpa sulfat — sulfat mengangkat nuansa lebih cepat dari apa pun.
  • Keramas dengan air suam-suam kuku, kalau bisa dingin.
  • Shampoo ungu atau berpigmen seminggu 1-2 kali pada nuansa ash dan blonde.
  • Jangan pakai catokan atau curling iron tanpa pelindung panas.
  • Basahi dan beri kondisioner sebelum berenang — rambut yang dicerahkan menyerap tembaga dan menjadi kehijauan.
  • Memudarnya tidak bisa dicegah. Saat itu terjadi, perbarui atau hilangkan sepenuhnya dengan metode di panduan kami tentang cara menghilangkan toner rambut.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Mengira toner mencerahkan. Ia memberi nuansa, bukan mengangkat.
  2. Memilih nuansa lebih terang dari rambut sendiri. Tidak akan terlihat; ambil 1-2 level lebih gelap.
  3. Ungu pada rambut oranye. Ungu meniadakan kuning, bukan oranye — jawabannya biru.
  4. Mengoles ke rambut basah kuyup. Produk mengencer dan nuansanya tidak keluar.
  5. Memakai 20 vol atau lebih. Tidak perlu untuk toning dan mengganggu base.
  6. Membuat campuran kental. Tidak merata dan keluar lebih gelap.
  7. Menunggu sampai waktu habis padahal sudah pas. Kalau nuansanya tercapai, langsung bilas.
  8. Mulai dari ujung. Ujung paling berpori: dikerjakan terakhir.
  9. Memakai sampo saat membilas. Mengangkat pigmen yang baru mengendap.
  10. Mengulang kurang dari 4 minggu. Pigmen menumpuk dan rambut jadi kusam serta gelap.
  11. Toning tepat setelah smoothing atau keratin. Beri jarak dua minggu antar proses kimia.
  12. Melewatkan tes helai. Hanya itu yang menunjukkan waktu dan nuansa sebenarnya.

Di rumah atau di salon?

Di rumahDi salon
BiayaToner + developer, cukup untuk beberapa kaliSatu sesi
Waktu45-60 menit30-45 menit
RisikoNuansa belang, hasil terlalu gelapRendah
Cocok untukMeredam kuning, kilau, menyegarkanSilver/platinum, membaurkan uban, koreksi
Melihat bagian belakangMasalahBukan masalah

Patokan sederhana: kalau tujuannya “melembutkan kuning”, ini bisa dikerjakan sendiri dengan aman. Kalau tujuannya silver, platinum, atau membaurkan uban, penilaian base sangat menentukan dan salon lebih masuk akal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan sebaiknya toning rambut? Kalau setelah highlight atau pewarnaan rambut masih kuat, di hari yang sama atau dalam 24-48 jam; kalau terasa lelah, tunggu 7-10 hari sambil dua kali masker. Setelah itu diperbarui tiap 4-6 minggu.

Berapa hari setelah bleaching boleh toning? Salon biasanya toning di hari yang sama. Di rumah, jendela paling awal yang masuk akal adalah 24-48 jam dan idealnya 7-10 hari.

Bagaimana cara toning rambut di rumah? Campur 1 bagian toner dengan 2 bagian developer 10 vol di mangkuk plastik, oleskan ke rambut lembap yang sudah dikeringkan handuk mulai dari tengkuk, dari akar ke ujung, sisir untuk meratakan, tunggu 10-20 menit sambil cek tiap 5 menit, bilas dengan air suam tanpa sampo lalu pakai masker.

Berapa lama toner didiamkan? 10-20 menit untuk toner jadi dengan developer 10 vol. Toner rumahan dari cat encer bisa sampai 30-40 menit. Dalam kedua kasus, cek tiap 5 menit.

Seberapa sering boleh toning? Tiap 4-6 minggu. Lebih sering tidak memperpanjang warna; ia menumpuk pigmen dan lama-lama membuat rambut kusam dan lebih gelap.

Apakah toner mencerahkan rambut? Tidak. Toner meletakkan pigmen, bukan mengangkatnya. Yang mencerahkan hanya bleaching. Toner yang dicampur 20 vol bisa mengangkat sampai satu level, tapi itu bukan fungsinya.

Developer apa untuk toning? 10 vol (3 %). Tidak mengangkat, hanya membuat pigmen menempel. 30 vol ke atas tidak pernah dipakai untuk toning.

Toner dioles ke rambut basah atau kering? Ke rambut lembap, sudah dikeringkan handuk. Basah kuyup mengencerkan produk; kering total menyerapnya tidak merata.

Perlu keramas dulu sebelum toning? Idealnya keramas sehari sebelumnya. Keramas di hari yang sama membuat kulit kepala tanpa perlindungan — tapi kalau ada residu produk styling, cuci dulu.

Base seperti apa yang dibutuhkan toner silver? Rambut harus dicerahkan ke level 9-10 (kuning pucat). Pada base oranye, silver tidak akan keluar.

Kenapa toner ash membuat rambut hijau? Base kuning ditambah pigmen biru menghasilkan hijau. Penata warna mencegahnya dengan menambahkan 20-30 % ungu ke campuran ash; ungu menjembatani biru dan kuning.

Apakah rambut beruban bisa di-toning? Bisa, dan nuansa silver, pearl, serta abu paling bagus menempel di helai putih. Tapi toner tidak menutup uban, ia mewarnainya. Untuk menguning pakai toner berbasis ungu dan cek di menit ke-10, karena kelamaan jadi lilac.

Apa gunanya gloss bening? Memberi kilau dan kedalaman tanpa mengubah warna, menutup kutikula, bisa dipakai pada rambut alami, dan bertahan 3-4 minggu.

Berapa lama toner bertahan? Toner berwarna dengan developer 4-6 minggu, toner rumahan dari cat encer 2-4 minggu, gloss bening 3-4 minggu. Air panas, sampo bersulfat, dan matahari memperpendek semuanya.

Apakah toning merusak rambut? Jauh lebih ringan daripada mewarnai. Developer 10 vol sedikit membuka kutikula tapi tidak mengangkat pigmenmu. Yang merusak adalah mengulang kurang dari 4 minggu dan menumpuk proses kimia.

Toner apa untuk rambut oranye? Yang berbasis biru. Ungu hanya meniadakan kuning; pada oranye hasilnya abu-abu kotor.

Bagaimana menyiapkan rambut sebelum toning? Ukur porositas dengan tes gelas (pada rambut berpori, potong waktunya jadi setengah). Kalau airmu sadah atau kamu berenang, pakai shampoo chelating sekali sebelumnya; lapisan mineral menghalangi toner menempel merata.

Kapan boleh keramas setelah toning? Setelah 48-72 jam, dengan sampo tanpa sulfat. Saat pembilasan awal jangan pakai sampo, cukup masker.

Boleh toning setelah smoothing atau keratin? Beri jarak minimal dua minggu antar proses kimia. Toner yang dipasang tepat setelahnya tidak menempel dan merusak rambut.

Toner-ku keluar terlalu gelap, harus bagaimana? Segera keramas dengan air panas dan shampoo clarifying; 24 jam pertama jelas merupakan jendela termudah. Semua metodenya ada di cara menghilangkan toner rambut.

Kalau toner luntur, warna lamaku kembali? Tidak. Yang muncul adalah base hasil bleaching di bawahnya — biasanya kuning atau oranye. Kembali ke warna asli butuh menunggu akar tumbuh atau menempatkan warna yang mendekati.

Sumber

  1. Hairstory — What Is the Difference Between Semi vs. Demi Permanent Hair Color. https://hairstory.com/blogs/news/what-is-semi-vs-demi-permanent-hair-color
  2. Salon Worthy Hair — Toning Hair After Bleaching: When Is It Safe To Do It? https://salonworthyhair.com/when-to-tone-hair-after-bleaching
  3. Ugly Duckling — The Hair Color Wheel: netralisasi dan jembatan ungu pada nuansa ash. https://www.uglyducklingcolor.com/content/47-the-hair-color-wheel
  4. American Academy of Dermatology — Coloring and perming tips for healthier-looking hair. https://www.aad.org/public/everyday-care/hair-scalp-care/hair/coloring-perming-tips
  5. CosIng / Regulasi (EC) 1223/2009 Lampiran III — Hidrogen peroksida pada produk rambut. https://cosingchecker.com/annex/iii/iii-12-hydrogen-peroxide/
  6. Malibu C — Shampoo clarifying vs chelating; persiapan sebelum proses kimia. https://malibuc.com/blogs/blog/understanding-the-difference-between-clarifying-and-chelating-shampoos-which-one-do-you-need
  7. Olaplex — What Is Hair Porosity, and How Do You Test It? https://olaplex.com/blogs/news/low-vs-high-porosity-hair-and-how-to-test-it
Kategori:Kecantikan & Gaya

← Kembali ke Kecantikan & Gaya